Menuju Sehat Gigi dan Mulut Indonesia 2020

Hal ini ditujukan untuk tenaga professional kesehatan gigi dan mulut, termasuk juga PDGI sebagai organisasi profesi dokter gigi dan para pemerhati yang memiliki keberpihakan yang tinggi terhadap kesehatan rakyat Indonesia. Tentunya ajakan ini berkaitan dengan pengembangan di bidang perencanaan, aktifitas dan rancang-bangun program-program untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat sekaligus pencegahan penyakit gigi dan mulut, khususnya untuk menjawab ekuitas bagi rakyat Indonesia yang belum terjamah oleh pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Ajakan ini menginginkan adanya kebersamaan kerja diantara masyarakat maupun organisasi-organisasi kemasyarakatan yang terkait. Dengan adanya kebersamaan yang menyatukan upaya-upaya yang ada, hal tersebut akan meningkatkan daya kemampuan dan pengalaman kita dalam mengekselarasi gerakan untuk mencapai Sehat Gigi dan Mulut Indonesia 2010.


Permasalahan
Penyakit mulut adalah bagian integral dari kesehatan secara umum. Dengan bertambahnya angka harapan hidup bagi populasi Indonesia; kesehatan gigi dan mulut semakin jelas memegang peranann utama dalam peningkatan kualitas hidup seseorang.


Di negara-negara berkembang, terjadi kecenderungan peningkatan penyakit gigi dan mulut khususnya karies gigi, penyakit gusi(periodontitis), maloklusi, dan kanker mulut. Di Negara-negara maju, terlihat dengan jelas adanya penurunan insidensi pengakit gigi dan mulut; hal ini merupakan keberhasilan pendidikan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat dan perubahan pola fdiet masyarakat serta penggunaan florida dalam bentuk air minum,permen karet, dan pasta gigi.


Di Indonesia, karies gigi menunjukan peningkatan dalam 5 tahun terakhir, hamper 95% rakyat Indonesia mengalami penyakit gigi dan mulut. Secara umum, populasi Negara ini dapat dikatakan masih kurang pengetahuannya di bidang penyakit gigi serta hubungannya dengan penyakit-penyakit lainnya. Rata-rata dihasilkan 720 dokter gigi baru per tahun dan saat ini perbandingan dokter gigi dengan rakyat Indonesia adalah 1:30.000 yang pendistribusiannya tidak merata dan berkumpul di daerah urban, sedangkan 70% populasi Indonesia berada di daerah pedesaan. Selain itu, orientasi dari dokter gigi lebih mengarah kepada pengobatan dibandingkan pencegahan.


Hal ini tentunya didasari pada pola pendidikan kesehatan dan kedokteran gigi di Indonesia.
Masalah lain yang kita hadapi adalah tidak dimilikinya system pencatatan data kesehatan gigi dan mulut yang dikelola dengan baik. Sebagai bahan rasionalisasi untuk bertindak tentunya harus berdasar pada data yang ada; sayangnya di Indonesia data tersebut belum tergali secara optimal, bahkan belum dimanfaatkan atau termanfaatkan dalam beberapa kebijakan yang ada.


Sasaran
Untuk mencapai Sehat Gigi dan Mulut Indonesia -2010, perlu di kembangkan tujuan program kesehatan gigi dan mulut yang memiliki cakupan nasional, tentunya upaya yang dikembangkan haruslah bertolak pada tujuan-tujuan kesehatan yang telah ada saat ini. Upaya yang harus diilakukan dalam 5 tahun mendatang dapat juga dijadikan tujuan program ini, anatara lain:


1. Menurunkan insidensi penyakit gigi dan mulut sampai dengan 40% dari prevalensi yang ada sekarang.
2. Menurunkan nilai DMTF pada anak-anak sekolah usia anatara 6-12 tahun dibawah 2.
3. Mengurangi prevalensi penyakit periodontal yang tinggi menjadi prevalensi yang rendah.
4. Pada usia 18 tahun, harus memiliki 85% gigi sehat di dalam mulutnya.
5. Mengurangi sebanyak 50% dari gigi yang hilang antara usia 35-44 tahun.
6. Mengurangi sebanyak 25% dari gigi yang hilang pada usia 65 tahun keatas.
7. Mengurangi sebanyak 50% dari kasus maloklusi dan kerusakan dentofasial dari keadaan yang ada sekarang.
8. Mengurangi jumlah kasus baru padaa kanker mulut dan lesi pre-kanker dari keadaan yang ada sekarang.
Harus ada tindakan aksi yang dilakukan untuk mencapai tujuan Sehat Gigi dan Mulut Indonesia 2020. Aksi ini tentunya harus seiring dengan Indonesia Sehat 2010 sebagai titik tumpu tercapainya Sehat Gigi dan Mulut Indonesia 2010.

Komentar

Postingan Populer